Saturday, March 10, 2007

Rise-for-Church / KISAH DARI SIBERIA


Pada zaman kejayaan Uni Soviet sebagai suatu negara komunis terbesar, ada seseorang yang tetap berpegang pada Yesus. Dia bernama Paulus.


Pada saat itu, waktu mulai menuju larut malam, petugas Soviet telah memukul dan menganiaya Paulus selama berjam-jam. “ Kami tidak akan menganiaya kamu lagi,” katanya, sambil tersenyum dengan kejam saat orang Kristen itu melihat ke atas. “ Kami akan mengirimmu ke Siberia di mana salju tidak pernah cair. Tempat itu penuh dengan penderitaan hebat. Kamu dan keluargamu akan cocok di sana.”

Bukannya depresi, Paulus malah tersenyum. “ Seluruh bumi milik BAPA-ku, Kapten. Ke mana pun engkau mengirim aku, aku berada di bumi BAPA-ku.”


Kapten itu memandangnya tajam. “ Kami akan mengambil semua barang milikmu.”
“Engkau perlu tangga yang tinggi, Kapten, karena harta bendaku ada di Surga.” Paulus masih tersenyum dengan manis.

“Kami akan menembak tepat di antara kedua matamu.”teriak Kapten itu kali ini dengan marah. “Jika engkau merampas nyawaku di dunia ini, hidupku sesungguhnya yang penuh sukacita dan keindahan akan dimulai,” jawab Paulus. “Saya tidak takut dibunuh.”

Kapten itu menarik Paulus dengan kaos penjaranya yang sudah sobek dan berteriak di wajahnya. “Kami tidak akan membunuhmu! Kami akan tetap memenjarakanmu sendirian di sel dan tidak mengijinkan siapapun menemuimu!”

“Kamu tidak bisa melakukan hal itu, Kapten.” Kata Paulus, masih dengan tersenyum. “Saya punya seorang Sahabat yang dapat melewati pintu-pintu terkunci dan teralis-teralis besi. Tak ada seorangpun dapat memisahkanku dari kasih Kristus.”

No comments: